Giat, Bersabar dan Berdoa

No comment 283 views

Bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses tentunya menjadi keinginan setiap orang. Tidak mustahil, itu semua tentu saja bisa menjadi kenyataan, asalkan dibarengi dengan kerja keras. Salah satunya, ada di sosok pengusaha yang satu ini, Hermanto Wijaya. Ia merintis usaha dari nol, bukan warisan dari orangtua.

Hermanto Wijaya, pemilik Toko Jayaraya Solution, dulunya adalah seorang anak dari keluarga yang biasa-biasa saja. Orangtuanya bukanlah dari kaum berada hanya penjual jam di emperan toko di Jalan Tengkuruk. Di masa remajanya Hermanto adalah sosok pemuda yang rajin, tekun, dan disiplin. Dia bukanlah seorang lulusan perguruan tinggi negeri atau pun perguruan tinggi swasta favorit.

Hermanto hanyalah lulusan SMA, meskipun sebenarnya dia sangat ingin melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena terbentur masalah keuangan.

Semasa sekolah dia sudah terbiasa membantu orangtuanya menjual jam di emperan toko. Begitu pun masa remajanya dilewati dengan penuh kesederhanaan. Sesuatu yang tidak berlebihan jika banyak orang mengatakan keberhasilan itu memang akan selalu berpihak kepada orang-orang yang mau bekerja keras dan sungguh-sungguh ingin merubah nasibnya serta setelah usaha yang dilakukan jangan lupa berdoa agar usaha tetap maju.

Pada usia 20 tahun atau sekitar tahun 1975, Hermanto yang merupakan anak tertua dari lima bersaudara, ini berusaha mandiri dengan membuka usaha penjualan jam tangan di Jalan Tengkuruk. Kala itu ia menyewa lapak di emperan toko dengan harga Rp 150 ribu per tahun.

Awal merintis usaha penjualan jam tangan, suami dari Siswati Wijaya dan ayah dari Hengki Hermanto, Reni Wijaya, dan Agus Karyawijaya ini sangat bersemangat karena untungnya lumayan baik. Meski begitu, usaha jual beli jam tangan ini tidak berlangsung lama hanya setahun. Di pengujung tahun 1975, tempatnya jualan digusur oleh pemerintah untuk ketertiban kota. Usai digusur seluruh pedagang yang ada di Tengkuruk kebingungan untuk mencari lokasi baru.

Pria yang punya filosofi hidup keras dengan diri sendiri, lunak dalam keseharian dan tegas dalam keseharian ini, setelah peristiwa penggusuran itu langsung bertekad keras untuk terus maju. Salah satunya dengan menyewa sebuah ruko di Jalan Beringin Janggut yang sekarang jadi tempat usahanya yaitu Toko Jayaraya Solution. Persoalan kembali datang. Ia malah bingung hendak berjualan apa. Berjualan jam tangan ia nilai prospeknya kurang cerah mengingat persaingan sangat ketat saat itu.

Di tengah kebingungannya itu entah mengapa dirinya ingin berjualan tape dan radio di tempat usaha barunya itu. Waktu itu tape dan radio merupakan teknologi tercanggih yang banyak dicari masyarakat dan penjualan tidak terlalu banyak, sehingga jika berjualan pasti untung.

Benar saja, saat pertama kali berjualan tape dan radio masyarakat yang membeli cukup antuasias dan secara bertahap usahanya berkembang. Tahun 1976 berjualan tape dan radio, 1977 nambah jualan TV, 1978 nambah jualan kulkas begitu seterusnya hingga berbagai barang elektronik lainnya.

Penjualannya pun terus mengalami untung akhirnya pada 1980 ia kembali membeli toko yang ada di sebelah tokonya. Selanjutnya pada 1990 ia kembali membeli satu toko lagi hingga jadi tiga unit.

Untuk sukses, Hermanto memiliki kiat yang simpel dan semua orang sebenarnya sudah tahu. Ya, pelanggan harus dianggap raja. Makanya selalu diinstruksikan kepada para karyawan untuk ramah dan berusaha sebaik mungkin melayani pelanggan. Jika ramah dan pelayanan baik otomatis para pelanggan akan terkesan. Bila sudah terkesan ke depannya mereka pasti akan terus berbelanja lagi.

Selain mengutamakan pelayanan, dalam bisnis usahanya dia selalu berusaha memberikan produk yang berkualitas kepada para pelanggan agar tidak kecewa. Plus, dalam berusaha harus ditunjang kesabaran, kedisiplinan. Inilah yang ditanamkan pula ke para karyawannya.

Selain ke konsumen, perlakuan baik juga diberikan kepada karyawan. Ia tak menganggap karyawan adalah orang lain. Bagi Hermanto, karyawan adalah keluarga. Dengan prinsip ini tak heran semua karyawan selalu penuh dengan rasa kekeluargaan.

Kini setelah lebih dari 35 tahun usaha toko yang dulu hanya tiga unit bertambah menjadi lima unit. Selain itu untuk mem – balance kan usaha, kini dirinya telah melirik sektor properti dengan membangun ratusan rumah dikawasan Sukajadi Banyuasin dan puluhan ruko di kawasan 7 Ulu.

Hermanto Wijaya sendiri selain dikenal sebagai pengusaha juga dikenal aktif di berbagai kegiatan sosial dan keagamaan Hermanto juga pernah jadi ketua Walubi Sumsel, presiden Lions Club dewan pengurus PD Pasar Palembang Jaya dan Komisaris SP2J. Bersama Walubi dan Lions Club serta menggandeng instansi pemerintah, kepolisian dan TNI, Hermanto kerap menggelar kegiatan sosial seperti donor darah, membantu kebakaran, kebanjiran dan lainnya. Bersama dua organisasi tersebut dia keliling ke panti-panti asuhan memberikan bantuan, baik itu berupa sembako dan pakaian. Bahkan beberapa bulan yang lalu Hermanto turut membantu membersihkan gorong di kawasan Sayangan, membantu pembangunan sekolah SMK Muhamadiah 3 dan pembangunan jalan setapak di Jalan Silaberanti.

Kembali Bangkit

Tak selamanya usaha yang ditekuni Hermanto berjalan mulus karena sempat beberapa kali mengalami masa-masa sulit. Pada 1979, terjadi gejolak barang-barang elektronik tidak memiliki harga. Kemudian 1998, terjadi kerusuhan di Indonesia termasuk juga Palembang yang sempat membuat animo masyarakat untuk membeli menurun, lalu pada tahun 2008 yaitu terjadi krisis global.

“Terakhir peristiwa yang sempat membuat saya sangat down saat toko dibakar oleh segelintir massa pada awal 2013 yang lalu. Seluruh isi tokonya habis ludes terbakar. Pada saat itu, terpaksa hampir menjual seluruh aset saya untuk pindah berbisnis ke daerah lain. Beruntung, banyak teman dan sahabat yang memberi dukungan dan masukan untuk membangkitkan semangat saya,”katanya.

Hermanto, pasca kebakaran itu juga tokonya yang selama ini bernama Jaya raya Elektronik diganti namanya menjadi Jaya Raya Solution. Kini setelah berbagai peristiwa tersebut saya kembali giat, bersabar dan berdoa agar usaha tetap maju dan berkembang. Dengan ketiga komponen tersebut akhirnya usaha Hermanto kembali bangkit dan berkembang.(rel)

 

BIODATA

Nama                    : Hermanto Wijaya

Lahir                    : Palembang 7 Februari 1956

Istri                       : Siswati Wijaya

Anak                     : Frengki Hermanto

Drg Reni Wijaya

Agus Karyawijaya ST

Agama                  : Buddha

 

Orang Tua

Ayah                     : Kwee Liong Seng

Ibu                        : Tiong Njuk Moi

Usaha                   : Owner Toko Jayaraya Solution

 

Filosofi Hidup      : Keras dengan Diri sendiri, Lunak dalam Keseharian serta Tegas dan     Bijak dalam Mengambil Keputusan

 

ORGANISASI :

 

Ketua Walubi Sumsel 1995-2009

Ketua Umum DPW Majubumi Sumsel 1994 – sekarang

Ketua Kirab Budaya Garuda Sriwidjaja 2014

Ketua Pengcab Wushu Palembang 1994-1998

Presiden Lion Club Palembang kota 307 2006-2007

Dewan Penasehat KNPI Tingkat II Palembang 1995-1999

Tim Perumus Frendly Business Club (FBC)

Badan Pengawas Koperasi Bisnis Sumsel 2007-2011

Bendahara POBSI Sumsel 2006-2010

Dewan Pembina Bina Dharma dan Jaya Raya (BIJAR) Sosial Center

Wakil Ketua Formasi Sumsel 2012-2016

Wakil Ketua Umum Kadin Sumsel

author
No Response

Leave a reply "Giat, Bersabar dan Berdoa"