banner 788x90

Demi Rp 1,1 M, SFC Wajib Kalahkan PSMS Medan

banner 728x120

JAKARTA – Sriwijaya FC dipastikan kembali gagal menambah koleksi trofi. Kepastian ini didapat setelah mereka tak mampu melaju ke final Piala Presiden 2018. Adalah Bali United yang membuyarkan mimpi tim berjuluk Laskar Wong Kito menutup turnamen pramusim Liga 1 2018 dengan manis.

Tim yang diarsiteki mantan pelatih Sriwijaya FC, Widodo C Putro itu, hentikan langkah Yu Hyun Koo dkk ke final dengan kemenangan tipis 1-0 pada leg kedua semifinal setelah di leg pertama seri 0-0. Setelah ambisi menambah koleksi trofi buyar, masih ada gengsi lain yang patut dijaga oleh Sriwijaya FC. Gengsi itu adalah menjadi yang terbaik di Bumi Andalas.

Sriwijaya FC akan kembali bertarung melawan tim sesama asal Sumatera setelah di perebutan tempat ketiga, bersua PSMS Medan. Duel ini akan dilaksanakan sore ini (live Indosiar, pukul 15.30 WIB) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, (SUGBK) Senayan, Jakarta Pusat.

Kedua tim sejatinya sudah ketemu sebelumnya. Mereka bertarung di penyisihan Grup A di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gede Bage, Bandung, (26/2). Pada laga itu, Sriwijaya FC menang 2-0. Kemenangan yang mencoreng rekor apik PSMS selama penyisihan grup karena sebelumnya mereka menghancurkan tim besar macam, PSM Makassar 2-1 dan meremukkan Persib Bandung 2-0. Namun, pertemuan kali ini berbeda. Semangat tanding diprediksi akan semakin membuncah.

 
Duel “saudara” ini tidak hanya menawarkan kemenangan dan gengsi. Lebih dari itu, pertandingan menawarkan hadiah yang lumayan besar. Pemenang di laga ini akan diganjar hadiah Rp1,1 miliar. Sementara tim kalah bawa pulang Rp550 juta.

 

Kedua tim tinggal pilih. Sejauh ini, Sriwijaya FC sudah kantongi Rp750 juta dari pertarungan di Piala Presiden 2018. Sementara PSMS dapat Rp625 juta. Jika menang, Sriwijaya FC minimal bisa mengamankan cost bayar gaji sebulan pemainnya. Demikian juga dengan PSMS.

Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris mengaku, Yu Hyun Koo dkk masih bersemangat menyelesaikan turnamen setelah gagal melaju ke final. Mereka akan total bermain melawan PSMS Medan. “Yang pasti kita tetap semangat untuk membangun kekompakan dan proses adaptasi antarpemain,” tegas Haris.

Sriwijaya FC kembali menurunkan skuat terbaiknya. Tak main-main, pelatih Rahmad Darmawan menyebut setidaknya dengan merebut tempat ketiga, mental anak asuhnya akan terangkat.

Apalagi tim saat ini telah menemukan skema yang dianggap cukup baik selama turnamen pra musim ini. Mental dan motivasi ditunjang dengan komposisi yang mumpuni diharap bisa jadi modal untuk bertarung di Liga 1 2018.

“Bukan berarti kita melepaskan partai ini begitu saja, bagian terpenting dari belajar membangun mental. Dalam beberapa hal saya cukup puas, ada karakter yang sudah bisa ditanamkan tentang bagaimana harus bermain,” jelas RD, sapaan Rahmad Darmawan.

 
Mantan juru taktik Arema Malang ini sudah cukup puas dengan metode transisi yang dilakukan Hamka Hamzah dan kolega yang dinilai sudah menjalankan instruksinya. RD senang dengan peningkatan yang terjadi di setiap pertandingan.

Oleh karena itu, ia berharap hal ini terus bisa dijaga oleh anak asuhnya hingga akhir musim kompetisi mendatang. Target besar, diusung Sriwijaya FC, tidak hanya sebatas turnamen pra musim yang sifatnya hanya sebagai ajang pemanasan.

“Besok kita tetap seperti biasa. Kita tidak punya banyak waktu untuk otak atik strategi. Kalaupun Kita lakukan rotasi pemain, tentu ada alasan dengan kebutuhan tim,” ungkapnya. Rotasi yang dimaksud di antaranya adalah memungkinkan dengan mengganti pemain yang belum maksimal.

Namun, RD mengingatkan jika laga ini cukup krusial. Kembali lagi mengenai mental pemain dimana mantan pelatih T-Team Malaysia itu tetap berharap anak asuhnya punya motivasi untuk memenangkan setiap pertandingan.

“Penampilan Sriwijaya FC di piala presiden adalah cara kita melihat proses membangun tim ini. Tidak ada tim dalam satu kompetisi menang terus. Pasti pernah mengalami menang dan kalah. Ada juga seri. Karena itu saya terus ingatkan mental mereka untuk berusaha main untuk menang,” ujarnya.

Makan Konate gelandang Sriiwjaya FC yang menjadi salah satu pencetak gol di gawang PSMS Medan di pertandingan sebelumnya, mengungkapkan jika dirinya kembali bertekad untuk menjebol gawang. “Kita main bagus, tapi kita tidak beruntung. Di tempat ketiga kita akan hadapi PSMS Medan. Kita mau main bagus, kalau bisa saya juga mau cetak gol. Tapi yang paling penting sebagai tim, kita harus menang,” ujarnya.

 
Di sisi lain Djadjang Nurdjaman pelatih PSMS Medan juga tak mau kembali kecolongan. “Kita belajar dari kesalahan di pertandingan sebelumnya. Kita menyadari sebagai tim yang baru promosi tentu banyak hal yang harus diperbaiki, kita terus berupaya maksimal,” ujarnya.

Sriwijaya FC sebagai lawan di perebutan tempat ketiga bukan lawan yang tidak bisa dikalahkan. Sehingga Djanur memotivasi anak asuhnya untuk bisa memenangkan pertandingan petang ini untuk membawa kebanggaan bagi warga Medan.

“Sudah sampai sejauh ini tentu jadi pencapaian luar biasa bagi tim kita. Untuk itu, anak-anak juga termotivasi untuk tampil lebih baik lagi. Khususnya pula nanti pada saat Liga berjalan,” tukas Djanur.

“Pertandingan ini tidak hanya soal hadiah. Ada gengsi di pertandingan melawan Sriwijaya FC. Duel ini mencari siapa king of Sumatera di Piala Presiden. Karena itu, pastinya kami ingin revans. Kami sangat yakin bisa menang dari Sriwijaya FC kali ini,” ungkap Manajer PSMS, Andy Mahyar. (sumeks)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Demi Rp 1,1 M, SFC Wajib Kalahkan PSMS Medan"