Laga Penentu Juara Grup

No comment 175 views

Sriwijaya FC dan Persebaya sudah memastikan diri melaju ke babak semifinal Piala Gubernur Kalimantan Timur (PGKT). Pertemuan kedua tim di laga terakhir Grup B, hanyalah untuk menentukan pemuncak klasemen. Laskar Wong Kito mengemas enam poin dari dua kemenangan. SFC sukses mengalahkan Persiba 1-0 dan Madura United 2-0. Sementara Persebaya mengantungi lima poin dari dua kemenangan, yakni menekuk Madura United lewat drama adu penalti 5-4 dan mengalahkan Persiba Balikpapan 3-1.

Di laga terakhir Grup B, SFC yang bercokol di puncak klasemen, akan menghadapi Persebaya yang menghuni urutan kedua. Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan, Rabu (28/2) .

Sudah memastikan tiket semifinal, pelatih SFC Rahmad Darmawan kembali memberikan isyarat bakal menurunkan pemain pelapis, seperti yang ia lakukan saat menghadapi Persiba.

Beberapa pilar akan disimpan, seperti Alberto Goncalves, Manuchekhr Dzhalilov, Makan Konate, Esteben Vizcarra, Hamka Hamzah, dan Mamadou N’Diaye. Mereka ini dipersiapkan untuk tampil di semifinal nanti.

Patrich Wanggai sepertinya bakal jadi targetman. Dia akan mendapatkan suplai bola dari Nur Iskandar, Rahmad Hidayat, Syahrian Abimanyu, dan Yogi Rahadian.

Di lini belakang, RD juga bakal melakukan rotasi. Jika sebelumnya duet N’Diaye dan Hamka Hamzah yang menjaga jantung pertahanan, maka kemungkinan pos itu akan diisi Bio Paulin dan Ahmad Faris di laga kontra Persebaya.

“Saya akan berikan kesempatan pada seluruh pemain. Kita akan melihat kalkulasi yang tepat, dengan catatan kita akan serius menghadapi Persebaya,” ujar RD, Selasa (27/2).

Meski enggan menyebutkan kompsosi starting eleven, tapi bisa jadi RD akan kembali menyiapkan skenario yang sama ketika melawan Persiba di laga perdana. Saat anak asuhnya tidak mampu mencetak gol, mantan pelatih T-Team itu akan menurunkan beberapa pemain intinya, seperti Beto, Vizcarra atau Dzhalilov.

Begitu pun saat situasi sudah unggul, nama seperti Hamka, N’Diaye, Marco Meraudje tetap berada di bangku cadangan dan siap turun jika dibutuhkan. “Kami sangat serius melawan Persebaya. Ini bakal menjadi ujian bagi kami. Saya ingin pemain enjoy dan menemukan ritme permainan terbaik,” ucap RD.

ia menekankan lebih fokus pada evaluasi intern. Pemain diminta memperbaiki hal-hal yang dirasa kurang maksimal, termasuk soal transisi, tempo permainan, dan penyelesaian akhir. “Kita fokus pada recovery dan evaluasi tim sendiri,” ujarnya.

Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera mengatakan, dirinya ingin memberikan kesempatan pada seluruh pemain tampil di turnamen pramusim ini. “Kami tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan tim sehingga kesempatan ini kami maksimalkan,” ujar pelatih asal Argentina tersebut.

Di dua laga awal, Alfredo melakukan banyak eksperimen. Dia menurunkan 10 pemain berbeda dalam starting eleven. Hanya Misbakus Solikin yang mendapat kepercayaan dua kali turun sebagai starter.

Di turnamen ini, Alfredo menyebut banyak mendapat pelajaran berharga, salah satunya adalah skema yang dibuatnya saat tertinggal dari lawan. “Kami mencoba melakukan pergantian yang bermanfaat. Di turnamen ini, kami tidak punya banyak waktu untuk persiapan. Kami harus tetap bertanding dengan sedikit istirahat. Selalu ada hal-hal yang biasa dilakukan di latihan, tapi tidak bisa dilakukan di pertandingan,” tuturnya.

Ia menginstruksikan anak asuhnya untuk tetap bermain maksimal meski sudah mengantungi tiket ke semifinal. Laga melawan SFC masih sangat penting dan punya gengsi tersendiri. Laskar Wong Kito punya pemain berkualitas, yang bisa untuk mengukur kemampuan anak asuhnya dan juga menempa mental bertanding. “Saya minta pemain tetap mengerahkan kemampuan terbaiknya, meski dalam keterbatasan waktu istirahat,” ujarnya. (bp)

author
No Response

Leave a reply "Laga Penentu Juara Grup"