Berkunjung ke Pulau kemarau, Mularis-Syaidina Ali Disambut Hangat Warga Tionghoa

Palembang, rakyatsumsel.com- Momentum perayaan Cap Go Mee, yang dirayakan warga Tionghoua kota Palembang di Pulau Kemaro dimanfaatkan oleh calon Walikota Palembang Mularis Djahri dan Calon Wakil Walikota Palembang H Syaidina Ali dengan berkunjung langsung ke Pulau Kemaro Kamis (1/3).

Dengan menumpang kapal motor Putri Kembang Dadar Mularis Djahri yang didampingi calon wakilnya Syaidina Ali bertolak dari dermaga Benteng Kuto Besak menuju ke Pulau Kemaro menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh lima menit lewat jalur sungai.
Setiba didermaga Pulau Kemaro Mularis disambut ramah oleh warga Tionghoua yang ada disana bahkan calon Walikota yang diusung tiga parpol ini tak canggung menyapa warga yang ada didepannya. Sebagai rasa hormatnya kepada warga Tionghoua Mularis pun membelikan Garu Kimcua ke beberapa warga Tionghoua yang hendak sembahyang dan sempat berkeliling Pulau Kemaro.

Sebelumnya ke Pulau Kemaro, Mularis-Syaidina Ali dan rombongan sempat sarapan pagi di Jalan Temon, Palembang. Dan begitu pulang dari Pulau Kemaro, Mularis-Syaidina Ali makan siang bersama di poskonya di Lr Masjid, RT 18, Kelurahan 24-26 Ilir Palembang.
Mularis Djahri mengatakan, kebudayaan yang ada dikota seperti perayaan Cap Go Mee harus dilestarikan karena perayaan Cap Go Mee ini sudah ada sejak zaman kerajaan Sriwijaya.

“Dimana saat perayaan Cap Go Mee berlangsung tidak hanya masyarakat lokal kota Palembang saja yang datang ke pulau Kemaro tetapi ada juga yang datang dari luar Palembang bahkan dari luar negeri pun datang untuk melakukan ritual ibadah di pulau kemaro,”katanya.
Untuk itu, lanjutnya akses trasportasi menuju ke Pulau Kemaro pun harus diperhatikan mengingat untuk menuju ke Pulau Kemaro yang paling khas adalah transportasi airnya, karena selain promosi pulau kemaro sebagai wisata religius, tetapi kita juga mengenal wisata air sungai Musi kepada masyarakat luar Palembang.

“Potensi pariwisata di kota Palembang sangat besar sekali, saya sengaja menggunakan transportasi air, sungai dari pinggiran sungai musi ini , kalau di tata tidak sudah yang lain cukup kabupaten dan kota pasti mereka ingin melihat keindahan di Sungai Musi ini, masih banyak potensi yang belum kita gali, dari sungai musi ini aja objek wisata sudah sangat baik sekali,” katanya.

Syaidina Ali mengatakan, transportasi sungai harus terintegrasi dengan sistim transportasi. “Kita khan tidak pernah membangun system, kita butuh koneksitas intermodal , keterpaduan antar moda tidak pernah dilakukan, kereta api dimana, pelabuhan dimana itu harus ada keterpaduan karena itu bentuk penelitian, bentuk konsultan,” katanya.

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Berkunjung ke Pulau kemarau, Mularis-Syaidina Ali Disambut Hangat Warga Tionghoa"