Hari Kebebasan Pers Dunia: Mularis Djahri Ajak Perangi Berita HOAX

Palembang, rakyatsumsel.com- Hari Kebebasan Pers Sedunia bermula pada tahun 1993, ketika Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa menetapkan 3 Mei sebagai hari untuk memperingati prinsip dasar kemerdekaan pers, demi mengukur kebebasan pers di seluruh dunia.

Sejak saat itu, 3 Mei selalu diperingati demi mempertahankan kebebasan media dari serangan berbagai pihak dan memberikan penghormatan kepada para jurnalis yang meninggal dalam menjalankan profesinya.

Sayangnya ditengah kebebasan pers ini, ditengah kebebasan informasi, banyak beredar berita-berita hoax yang menyebar di kalangan jurnalis, termasuk di Indonesia. Apalagi perkembangan media sosial yang semakin pesat, menambah cepat peredaran berita-berita hoax tersebut. " Karena itulah peran jurnalis dibutuhkan untuk meredam berita-berita Hoax ini. Jadikan momentum hari kebebasan pers untuk kita memerangi berita-berita hoax," ujar Mularis jahri 

Lebih lanjut, Mularis mengajak media, terutama media mainstream memerangi hoax yang banyak beredar di media sosial. Informasi tersebut terus-menerus diperbarui dan tidak hanya mementingkan kecepatan, tapi juga berita tak akurat.

Media mainstream sebagai alat komunikasi publik dinilai dapat mengedepankan profesionalitas ataupun etika kerja jurnalistik dalam memerangi HOAX. (***)

 

author
No Response

Leave a reply "Hari Kebebasan Pers Dunia: Mularis Djahri Ajak Perangi Berita HOAX"