banner 788x90

Pasangan MUSI Jawab Permasalahan Pedagang Pasar Sekip

banner 728x120

PALEMBANG – Pedagang pasar tradisional mengeluhkan terus menurunnya pengunjung pasar tradisional terutama jika sudah menjelang siang.

“Banyak dagangan yang tidak habis, saat ini paling banyak untung sekitar 200 ribu, “ujar Ibu Naila Pedagang Ikan di Pasar Sekip Ujung Kota Palembang, Rabu (7/3/2018).

Ia mengaku banyak udang besar-besar kurang laku belakangan. “Makmano lah caro ngeramaike pasar ini biar laris dagangan,”ujarnya.

Hal yang sama juga dikemukan oleh Ibu Nur, pedagang daging. “Ada penurunan daya beli masyarakat ke pasar tradisional, sepi mak ini, “katanya.

 

Dia juga menjelaskan tidak hanya berdagang dipasar yang mulai sepi pembeli, nyari pekerjaan juga susah.“Kayak anak saya sarjana yang masih nganggur, ini juga perlu perhatian bisa buat mereka nerusin usaha saya ini atau buka usaha yang lain daripada nganggur,”ungkap Wanita 43 tahun ini.

Ia berharap ada Walikota akan datang ada program pemerintah yang serius membina pedagang kecil dan atasi pengangguran.

Sementara menanggapi hal ini Calon Walikota – Wakil Walikota Palembang No Urut 4 Mularis Djahri – Syaidina Ali (MUSI) mengatakan untuk meramaikan pasar selain penataan pasar juga perlu ada transportasi yang aman nyaman dan terkonek langsung dengan pasar.

“Untuk membina pedagang, kita punya program IRWANA (1 RW 4 Wirausaha). Program ini akan membina bagi calon wirausaha dan wirausaha lama yang ingin berkembang, “ungkap MD sapaannya.

“Program IRW4NA juga bakal memberikan bantuan modal tanpa agunan hingga 25 juta rupiah, sehingga memudahkan,”terang Mularis dengan lugas.

Kedepan program ini diprioritaskan untuk bisa atasi pengangguran dan memperbaiki ekonomi UKM.

“Jika pengangguran bisa dikurangi dengan cepat dan UKM membaik dengan sendirinya pasar tradisional akan semakin baik transaksinya, “pungkas MD. (rilis)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Pasangan MUSI Jawab Permasalahan Pedagang Pasar Sekip"