Ormas Putra Sriwijaya dan Dua Saksi Kunci Beberkan Kejanggalan Ijazah Mawardi Yahya

Palembang-Menindaklanjuti Laporan pengaduan dari Ormas Putra Sriwijaya Sumatera Selatan dengan ketua nya Mas Agus Rudi di dampingi oleh beberapa pengurus sebanyak 6 orang ke Bareskrim jumat 25/5/2018 yang melaporkan dugaan ijazah palsu calon wakil Gubenur Sumsel Mawardi Yahya, Ormas Putra Sriwijaya mengadakan konferensi pers disalah satu restoran dikota Palembang, Minggu (03/06/2018).
 
Konferensi pers ini dihadiri wartawan media cetak dan media online nasional dan media online lokal sumsel juga dihadiri langsung oleh salah satu saksi kunci Syamsul Rizal yang sudah sejak 7 tahun yang lalu menyuarakan kejanggalan-kejanggalan atas keaslian ijazah Mawardi Yahya.
 
Dalam keterangan pers nya, Syamsul Rizal menyampaikan beberapa kejanggalan yang selama ini digugatnya, antara lain terdapat perbedaan huruf pada ijazah Mawardi Yahya jika dibandingkan dengan ijazah alumni pada tahun dan jurusan yang sama. Selain itu Syamsul juga membeberkan bukti-bukti kuat mengindikasikan dugaan bahwa ijazah Mawardi Yahya tidak sah, kepada awak media Syamsul juga memberikan copy bukti-bukti berupa pernyataan pihak-pihak terkait yang mayoritas menguatkan dugaan adanya kejanggalan pasa Ijazah STM Pertambangan atas nama Mawardi Yahya.
 
Lebih lanjut syamsul menyampaikan bahwa atas dasar temuan selama penyelidikan yang pernah dilakukan, ada keyakinan bahwa ijazah atas nama Mawardi Yahya adalah ijazah Asli tapi palsu alias Aspal “kesimpulan saya Mawardi sebagai siswa di SMA YP Kerja Kerinjing pada tahun 1975 (kelas 1) dan pada tahun 1975 naik kekelas 2 IPS dan 3 bulan berhenti dan tidak pernah meminta surat pindah (keterangan Bapak Masuan Kerinjing) lalu Mawardi Yahya mengikuti.kursus di BLKI Kenten Palembang, sedangkan STTB STM Tambang didapatkan dengan membeli blanko STTB yang kosong sisa yang tidak terpakai dan hanya tinggal menuliskan nama di STTB tersebut” urai Syamsul.
 
Selanjutnya Syansul Rizal menyampaikan mengenai salah satu bukti yang mengindikasikan adanya kejanggalan Ijazah STM Pertambangan atas nama Mawardi Yahya berupa 2 lembar surat pernyataan yang ditandatangani oleh Syahril Anwar dan Tajuddin Tumbuh yang mengaku sebagai alumni STM Pertambangan angkatan 1975 - 1977, dalam surat pernyataan bermaterai menyatakan bahwa mereka menyebut tidak ada, tidak pernah ada atau sama sekali tidak pernah mengenal siswa yang bernama Mawardi Yahya yang mengaku berijazah tahun 1977 di STM Pertambangan Palembang.
 
Sementara dalam kesempatan yang sama Ketua Ormas Putra Sriwijaya Sumatera Selatan Mas Agus Rudy menyampaikan bahwa semua bukti-bukti tambahan yang didapat dari Syamsul Rizal akan segera diteruskan kepada pihak kepolisian (Polda Sumsel dan Mabes Polri) agar pengusutan dan penyelidikan dapat segera ditindaklanjuti.

Sebelumnya Calon Wakil Gubernur Sumsel, H. Mawardi Yahya menilai fitnah terkait ijasah palsu kepada dirinya merupakan bentuk black Campaign yang sengaja dihembuskan oleh lawan politik. Selain itu juga dinilainya sebagai bentuk pembunuhan karakter dirinya.

Menurut mantan Bupati Ogan Ilir ini, tuduhan dan fitnah ijasah palsu dinilai untuk melemahkan dirinya di mata masyarakat. “Kalau mau tahu tentang ijasah saya , silahkan ditanyakan ke Diknas Sumsel,” katanya.

Mawardi menambahkan, dirinya pernah dua kali kali menjadi Ketua DPRD OKI, dua kali menjadi Bupati Ogan Ilir dan ijasahnya selalu diverifikasi oleh Diknas Sumsel dan dinyatakan tidak ada masalah.
 
“Masyarakat Sumsel tidak bisa di bodohi lagi karena masyarakat Sumsel sudah cerdas, biarlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,” katanya. (rel)
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Ormas Putra Sriwijaya dan Dua Saksi Kunci Beberkan Kejanggalan Ijazah Mawardi Yahya"