Sumsel Raih 10 Medali di Kejuaraan Dunia Silat

banner 728x90

Pesilat-pesilat Sumsel kembali menorehkan prestasi luar biasa. Tak hanya di kancah nasional, Internasional bahkan di level dunia. Bahkan, kali ini para pesilat Sumsel baru saja menorehkan 10 medali diajang Single Event Dunia bertajuk Tapak Suci World Championship 2019 di Gelanggang Olahraga (Gor) Siritek Solo pada 1-5 September 2019.

Torehan 10 medali yakni empat emas, dua perak dan empat perunggu tersebut selain menjadi perjuangan para atlet juga perjuangan pelatih legendaris Abas Akbar. Pelatih nasional yang tahun lalu mengantarkan kejayaan pesilat Indonesia di Asian Games 2018.

Empat peraih medali emas sendiri dipersembahkan oleh M Juan kelas F Putra, Zubaidah Kelas C Putri,  Nia Larasati kelas E putri dan Fransiska Sandra Dewi kelas F Putri.

Sedangkan empat perak dipersembahkan oleh Adif Khan kelas D Putra dan Beregu Putra (M Juan, Alif Khan, Reza, Ali Akbar, Junior). Dan empat perunggu dipersembahkan oleh Reza kelas J Putra, Nabila kelas D Putri, beregu putri (Nia Larasati, Fransjska Sandra Dewi, Zubaidah, Nabila, Gutria Kurnia Putri dan ganda putri (Ade Indah Silvia dan Indah Pertiwi kelas ganda putri.

“Jadi, ini adalah capaian luar biasa, karena ini kelas dunia. Ada 14 negara kelas dunia yang ikut selain dari provinsi diberbagai wilayah Indonesia karena ini open,”ujar Head Coach Sumsel Silat Abbas Akbar, Minggu (8/9).

Pelatih yang pernah membawa kejayaan silat di Asian Games 2018 lalu ini mengaku bahwa ia membawa kontingen Sumsel di single event kejuaraan bergengsi ini. Mulai dari kelas A, B, C, D, E, F putra dan kelas A, B, C, D, E, F putri.

“Dan ini tak lupa kami ucapkan terima kasih dengan Direksi dan Bapor Bank Sumsel Babel dan Pengcab IPSI Muba yang telah mensupport hingga mampu meraih hasil luar biasa di kejuaraan dunia,,”urainya.

Menurut dia bahwa untuk berhasil naik podium Abas mengaku perjuangan anak asuhnya sungguh luar biasa karena dengan persiapan satu bulan berhasil meraih 10 medali di kejuaraan dunia.

Apalagi rival dari 14 negara menjadi tantangan yang berat bagi pesilat Sumatera Selatan mampu menembus single event kejuaraan dunia ini.

“Kalau Indonesia kita tantangan dari Pulau Jawa. Pulau Jawa memang dari dulu luar biasa atletnya. Mulai dari Jatim, Jogja dan lainnya,”jelasnya.

Sementara untuk rival terberat dari negara luar, pesilat Sumatera Selatan harus menundukkan lawan berat seperti Mesir, Timor Leste, Singapura, dari negara Arab, Maroko dan lain sebagainya.

Atas hasil ini, Abbas mengaku saat ini sedang fokus kembali ke pekerjaan di Bank Sumsel Babel. Pasalnya, bertahun-tahun ia meraih dispensasi dari tempat ia bekerja. Apalagi ia juga fokus ke Pelatnas dan membawa puluhan emas bagi Indonesia di Asian Games.

“Makanya saya terima kasih sekali ini dengan Bank Sumsel Babel atas dispensasi, support dan lainnya. Dan saat ini saya fokus ke daerah yakni membina Klub Bank Sumsel Babel dan Klub IPSI Muba,” pungkasnya.

Saat ini Abas mengaku akan kembali fokus ke daerah untuk membina pesilat-pesilat yang potensial agar berprestasi baik nasional hingga Internasional.

author
No Response

Leave a reply "Sumsel Raih 10 Medali di Kejuaraan Dunia Silat"