Merajut Kembali Jagat Besemah

No comment 131 views
banner 728x90

Arudji Kartawinata

Oleh: Arudji Kartawinata, Sekretaris Presidium Kabupaten Besemah

Kalau mendengar nama Arudji Kartawinata orang pasti ingat Kabupaten Besemah, dimana itu ?, itulah masalahnya, sudah sejak 57 tahun yang lalu sejak dihapusnya Kewedanaan Tanah Pasemah tahun 1962, sampai kini kabupaten Besemah belum terealisasi, selain itu Arudji identik dengan keseriusan kalu sudah kerjakan sesuatu susah diajak bercanda, kalau sudah kerja lupa makan, lupa tidur, lupa segalanya termasuk lupa usia, tapi tidak lupa diri, sejak muda terbawa sampai sekarang tidak muda lagi, untuk wujudkan obsesinya itulah Arudji rela melakukan apa saja

Bahkan dia tidak peduli orang mau bilang apa soal dirinya, dikatakan atau dicap sok tau, sok pintar, keras kepala, ada yg bilang provokator, kalau menyangkut kepentingan orang banyak, memudahkan orang berurusan, dia selalu siap diajak duduk satu meja, berdiskusi dan saling berargumentasi, apalagi kalau itu menyangkut kepentingan petani, rakyat yg dia wakili dia siap berada dibarisan paling depan, bukan untuk pribadi, kelompok, golongan, bukan pula untuk kekuasaan atau jabatan, menurut dia itulah indikator berpikiran maju, untuk hal-hal prinsif Arudji tak kenal kompromi

Jagat Besemah, sudah ada jauh sblum bangsa Indonesia merdeka, sebelum zaman kerajaan maritim Sriwidjaja bangsa Besemah sudah ada di Jagat Nusantara yaitu Jagat Besemah, Jagat Jawa dan Jagat Aceh, bahkan jauh sebelumnya zaman pra sejarah, sebelum.abad Masehi bumi Besemah sudah ada penghuninya, dibuktikan dengan adanya peninggalan zaman batu, mega litikum, patung, menhir, dolmen, lumpang batu, lukisan dinding batu, surat ulu, dsb, karena zaman pra sejarah belum ada sejarah tertulis, sehingga Besemah masih diliput kabut misteri

Besemah dari sisi sistim pemeritahan sebelum Belanda, sudah ada lembaga pemerintahan "Lampik Empat Merdike Due - L4M2", terdiri dari 4 sumbai sebagai legislatif, 2 suku sbagai eksekutif dan Hukum Adat sebagai yudikatif, dikatakan oleh Belanda sistim pemerintahan L4M2, sistim pemerintahan paling demokratis yg pernah ada didunia, setlah Belanda masuk diganti dengan sistim Belanda, sistim hukum juga ikut sistim hukum Belanda

Masa Belanda, masa Kesultanan Palembang Darussalam Besemah tidak dibawah wilayah Karesidenan Palembang, Besemah memiliki kedaulatan sendiri, merupakan daerah otonom, daerah merdeka disebut "Pasemah Sindang Merdike", mliputi wilayah Besemah Libagh area Pagaralam, Besemah Ulu Lintang area Jarai, Besemah Ulu Manna area Tanj Sakti, Besemah Tengah Padang area Kota Agung, dan bukan daerah kepungutan yg dikenai upeti.atau pajak,

Setelah merdeka Besemah jadi Kewedanaan Tanah Pasemah, mliputi kecamatan Pagaralam sebagai ibukota, kecamatan Jarai, kecamatan Tanjung Santi, kecamatan Kota Agung, pada th 1962 kewedanaan tanah pasemah dibubarkan dan wilayahnya kembali nginduk ke kabupaten Lahat, pada thn 1989 atas dasar pertimbangan politis kecamatan Pagaralam menjadi kota ad ministratif bersama 3 kotif lain, terpisah dgn eks wilayah kewedanaan tanah pasemah lain nya, pada thn 1999 kotif dihapuskan Pagaralam memilih ditingkatkan status jadi kota otonom dan tetap terpisah dgn wilayah Besemah lain, dalam perjuangan peningkatan kotif jadi kota tentu ada orang yang berjasa, itu merupakan bagian dari sejarah yang tidak bisa dipungkiri, tapi sejarah tidak selamanya menyanangkan bagi para pelakunya

Sekarang kabupaten Besemah lagi-lagi jadi pembicaraan di masyarakat, tak lepas dari sosok Arudji Kaetawinata, bagi Arudji makin banyak orang yang kepo ingin tau; berarti makin banyak orang peduli, ia tak segan melayani semua pertanyaan yang di tujukan padanya, lisan maupun tulisan diminta atau tidak diminta, adalah sebuah keprihatinan Besemah yg nurut pengakuan Belanda sebuah republik paling demokratis yang pernah ada di dunia, Besemah yang dari dulu memiliki sistim pemerintahan sendiri L4M2, daerah otonom Pasemah Sindang Merdike, di era otonomi ini tercerai berai, zaman Belanda Besemah berada dalam satu sistim pemerintahan, 70 tahun lebih Indonesia merdeka Besemah justeru terbelah, cerai berai, ironis dan tragis, lebih ironisnya lagi masih ada Jeme Besemah ingin pertahankan Besemah cerai berai dan di cerai beraikan lagi, itu yang membuat Arudji tidak mau kompromi, sekalipun dikatakan sebagai provokator, biarlah sejarah yang mencatat

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Merajut Kembali Jagat Besemah"