Anggota DPRD Sulut Terpilih Ini Kecam Aksi Pelarangan Ibadah Umat Islam

banner 728x90

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terpilih asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Melky Jakhin Pangemanan mengecam keras upaya pelarangan beribadah umat Islam yang viral di media sosial.

Kejadian tersebut diduga terjadi di Perumahan Agape Desa Tumaluntung, Kauditan, Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara.

"Saya melihat di sosial media video tersebut. Sungguh saya kaget karena ini terjadi di Sulut. Tindakan tersebut adalah upaya merusak keberagaman yang ada di Sulawesi Utara yang dikenal sebagai laboratorium toleransi umat beragama di Indonesia", ujar Ketua DPW PSI Sulut ini.

"Saya mengecam keras tindakan tersebut. Ini pelanggaran terhadap nilai-nilai moral bangsa dan prinsip hak asasi manusia serta menentang konstitusi kita yang menjamin kebebasan untuk beribadah"

Menurut Melky Jakhin Pangemanan yang baru terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini, tidak dibenarkan tindakan melarang orang beribadah, apakah persoalan IMB atau alasan lainnya.

"Setiap warga negara Indonesia berhak dan dilindungi memeluk agama dan beribadah, tidak ada ketentuan harus ada izin untuk ibadah. Pasal 29 Ayat (2) UUD 1945 menegaskan negara harus menjamin. Negara wajib memberi perlindungan hingga memfasilitasi bukan menghalangi", kata politisi muda Melky Jakhin Pangemanan ini.

Melky mengaku langsung turun ke lapangan dan menghubungi beberapa pihak terkait.

"Saya datang langsung ke tokoh masyarakat muslim pak Daniel Pangemanan dan menghubungi pemerintah desa. Menurut saya pemerintah cukup bijaksana melihat persoalan ini dan menginginkan persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan damai. Begitu juga dari pak Daniel yang sangat kooperatif dan berharap mereka dapat menjalankan ibadah dengan tenang", kata Melky.

 

author
No Response

Leave a reply "Anggota DPRD Sulut Terpilih Ini Kecam Aksi Pelarangan Ibadah Umat Islam"