Nasdem Capreskan Anies, Ini Komentar PDIP, Gerindra dan PSI

banner 728x90

Jakarta, rakyatsumsel.com- PDIP menyayangkan sikap Partai Nasdem  yang menyatakan siap mencalonkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024. PDIP mengaku kaget dan kecewa.

"Hm...kasihan Pak Jokowi ya, koalisinya tidak fokus membantu beliau. Pak Jokowi sedang bekerja keras untuk konsolidasi pasukan, membersihkan residu-residu pemilu yang menyebabkan polarisasi untuk bersatu bekerja mewujudkan nawacita yang merupakan amanah rakyat," kata Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, Rabu (24/7/2019).

Eva khawatir manuver NasDem itu akan membuat polarisasi baru pasca-Pilpres 2019. Padahal, kata Eva, Jokowi saat ini tengah bekerja keras menghilangkan polarisasi di masyarakat.

"Manuver Pak Surya Paloh dengan mendukung Anies Baswedan tentu mengagetkan dan mengecewakan, walau itu hak beliau sih. Saya khawatir bikin polarisasi baru dan mewadahi residu-residu yang potensial mengganggu konsolidasi Pak Jokowi," tutur Eva.

Kendati demikian, Eva mengatakan tidak bisa melarang manuver NasDem itu. Eva pun berharap semua parpol koalisinya untuk bersabar dan tidak memunculkan manuver-manuver baru hanya untuk kepentingan pribadi.

"Walau agak menyesali tapi kita tdk bisa melarang hanya berharap saat ini kita semua memenangkan kepentingan bersama, bukan pribadi atau golongan. Kedua, harusnya nunggu sampai KPU menetapkan tahapan pilpres baru 2024. Sabarlah, kecuali ada maksud tertentu misalnya naikin bargaining ke Pak Jokowi. Jadi keingat Pak ahok, pasti dia yang paling kaget, kok cepet pindah ke lain hati.. katanya.

Sementara itu Partai Gerindra  menilai sikap NasDem itu terlalu prematur.

"Kita hormati itu sikap mereka, cuma apakah tidak terlalu dini bicara Pilpres 2024 padahal presiden hasil pilpres tahun ini saja belum dilantik," kata anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, Habiburokhman, kepada wartawan, Rabu (24/7/2019).

"Bisa jadi ini akan menjadi rekor bicara pilpres paling prematur sepanjang sejarah," imbuh dia.

Habiburokhman lantas berbicara soal situasi politik saat ini yang masih dinamis. Ia mengatakan Gerindra sendiri saat ini masih fokus melakukan konsolidasi pascapilpres.

"Situasi politik beberapa bulan ke depan saja kita belum tahu, masa mau bicara yang masih lima tahun lagi. Kalau kami akan fokus dulu benahi mesin partai dan konsolidasi pendukung pascapilpres," ujar dia.

Dia menegaskan Gerindra belum membicarakan soal pencapresan Anies di 2024. Habiburokhman menyebut Gerindra ingin Anies melaksanakan tugasnya terlebih dahulu sebagai Gubernur DKI Jakarta. Anies diketahui diusung Gerindra dan PKS.

"Kalau kami saat ini dukung Anies maksimalkan tugasnya sebagai Gubernur DKI dulu," tegasnya.

Lain lagi dengan Partai Solidaritas Indonesia, PSI mengaku tidak akan berkoalisi dengan NasDem andai itu terjadi.

"Kami di PSI berbeda dengan NasDem. Maaf, meski kami sama-sama mendukung Pak Jokowi, kami tidak akan pernah bisa berkoalisi dengan mereka yang menggunakan politisasi agama untuk meraih kekuasaan," ucap Ketua DPP PSI Tsamara Amany kepada wartawan, Rabu (24/7/2019).

Tsamara mengungkit pernyataan PSI soal kaum nasionalis yang amat pragmatis dalam berpolitik. Dengan pernyataan NasDem hari ini yang siap mencapreskan Anies di 2024, Tsamara menyebut pernyataan mereka sudah terbukti.

"Dulu kami pernah mengkritik kaum nasionalis yang terlalu pragmatis dan berkoalisi dengan tokoh-tokoh yang membiarkan dan menggunakan politisasi agama. Hari ini kita jadi saksi bahwa pragmatisme semacam itu nyata," katanya.

"Semoga ini jadi pelajaran bersama untuk kita. Kami pastikan PSI tidak akan pernah memiliki pragmatisme semacam itu," tegas Tsamara.

Diberitakan, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh siap mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi capres di Pilpres 2024. Paloh siap mendukung Anies lahir dan batin.

"Sudah pastilah dukungan. Lahiriyah batiniyahlah dukungan, ha-ha-ha...," kata Surya Paloh setelah bertemu dengan Anies di kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (24/7). Surya Paloh menjawab pertanyaan soal dukungan politik terhadap Anies pada 2024.

Sementara itu, mendengar hal itu, Anies hanya tersenyum. Enggan berkomentar banyak, Anies hanya menjawab dirinya ingin mengurus Jakarta. "Saya bilang lagi ngurus Jakarta," kata Anies. (detik)

author
No Response

Leave a reply "Nasdem Capreskan Anies, Ini Komentar PDIP, Gerindra dan PSI"