PKB Gugat Kursi PBB di Pagar Alam

No comment 309 views
banner 728x90

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengajukan setidaknya 18 gugatan Pileg 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sejumlah nama pengacara pun bakal beraksi mewakili PKB, salah satunya mantan kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di sengketa Pilpres 2019, Denny Indrayana.

Dalam permohonan gugatannya, Rabu (3/7/2019) Denny ditunjuk menjadi kuasa hukum DPP PKB untuk menangani sengketa hasil pileg di Kota Pagar Alam,  Sumatera Selatan (Sumsel). Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Sekjen PKB Muhammad Hanif Dhakiri memberikan kuasa kepada Indrayana melalui Indrayana Centre for Government, Constitution, and Society (INTEGRITY).

Selain Denny, PKB menunjuk Syarif Hidayatullah, Periati Br Ginting, dan Heriyanto untuk menangani perkara sengketa hasil pilegnya yang lain di MK.

Dalam gugatan hasil pileg di Sumsel yang diajukan melalui Denny, PKB menuding ada salah hitung suara Partai Bulan Bintang (PBB) di Pagar Alam, Sumsel, sehingga menyebabkan kursi milik PKB jadi hilang.  PKB menyebut, pada penetapan KPU, suara PBB bertambah 12 suara dari yang semestinya 1.759 suara.

Dalam pokok permohonannya, PKB menyoal perolehan suara PKB dan PBB di Dapil Pagaralam III yang mencakup Kecamatan Pagaralam Utara berdasarkan Keputusan KPU nomor 987/PL.01.8-Kpt/KPU/V/2019.

“Bahwa hasil penghitungan perolehan suara PBB yang dilakukan termohon (KPU) adalah keliru. Akan kami buktikan bahwa penghutungan yang benar,” demikian lanjutan pokok permohonan PKB.

Selain itu, dalam argumennya, PKB menyebut ada kejanggalan dalam partisipasi pemilih di TPS 01 Kelurahan Beringin Jaya dan 06 Kelurahan Dempo Makmur di Pagar Alam Utara. PKB menilai janggal partisipasi pemilih di dua TPS itu mencapai 100 persen. Karena itu, PKB meminta MK memerintahkan KPU melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 06 dan TPS 01 tersebut.

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya," demikian bunyi petitum PKB dalam gugatannya.(*hen)

author
No Response

Leave a reply "PKB Gugat Kursi PBB di Pagar Alam"