PSI Lahat Bersiap Hadapi Pilkada Lahat dan Pileg 2024

banner 728x90

Ketua DPD PSI Lahat Hensyi Fitriansyah bersama kelompok tani Impit Bukit Lahat

Lahat, rakyatsumsel.com- Meskipun masih cukup lama, namun Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Lahat sudah menyiapkan diri menghadapi Pilkada Lahat dan Pileg 2024. Apalagi rencananya Pilkada Lahat akan serentak dengan Pileg dan Pilpres 2024.

Persiapan lebih awal dilakukan mengingat PSI Lahat tidak memiliki kursi di DPRD Lahat periode 2019-2024, karena berkas seluruh caleg PSI Kabupaten Lahat ditolak oleh KPU Lahat.

"Kita akan mulai persiapan awal 2020. Walaupun tidak ada kursi, PSI Lahat tetap akan ikut Pilkada Lahat melalui jalur independen. Artinya seluruh pengurus, kader, anggota dan simpatisan PSI Kabupaten Lahat akan berjuang mengumpulkan dukungan KTP," ujar ketua PSI Lahat, Hensyi Fitriansyah.

Hensyi menjelaskan, untuk tahap awal nanti, dirinya akan menyusun kepengurusan PSI lengkap sampai ke tingkat desa. Nah setelah lengkap, pengurus tingkat desa ini bersama tim dan relawan akan terjun langsung ke masyarakat membantu dirinya mengumpulkan dukungan KTP.

"Berbekal pengalaman Pilkada Lahat 2018, kita sangat optimis. Insya Allah tidak hanya menjadi calon, kita akan berusaha untuk menang," ujar Hensyi.

Hensyi menceritakan tahun 2018 lalu, dirinya sudah ikut  di Pilkada Lahat 2018. Dua tahun sebelum pendaftaran calon, dirinya sudah bergerak door to door menemui masyarakat di wilayah Kabupaten Lahat. "Sambil sosialisasi, saya juga mengumpulkan dukungan KTP, sebab niat awal saya adalah maju dari jalur independen," kenang Hensyi.

Ternyata dengan terjun langsung ke masyarakat, popularitas dan elektabilitas Hensyi mulai terangkat. Dari yang sama sekali belum banyak dikenal, sampai menjadi calon yang diperhitungkan. Hasil polling calon bupati Lahat, baik di koran koran harian , media online, media sosial, facebook, twiter, halaman, grup, dan fans page, Hensyi selalu menjadi nomor satu.

Bahkan salah satu lembaga survey, dalam survey awalnya menempatkan Hensyi di posisi pertama mengalahkan calon calon bupati lainnya." Nama saya saat itu sangat populer. Hampir seluruh koran dan media online hampir tiap hari memuat nama saya. Setiap kegiatan saya di kabupaten Lahat selalu diliput. Jejak digitalnya masih ada. Jika kita ketik nama Hensyi Fitriansyah di google, maka berita berita tentang saya di media media online muncul semua," kata Hensyi.

Karena tingkat popularitas dan elektabilitas terus naik, Hensyi mengatakan dirinya mulai dilirik beberapa partai politik. Yang awalnya ingin maju dari jalur independen, langsung berubah lewat jalur parpol.

" Beberapa petinggi parpol menyuruh saya maju melalui partainya, sebab kalau saya maju dari independen, sulit menang. Karena diiming imingi akan diusung, lalu saya menghentikan mengumpulkan dukungan KTP dan beralih melirik jalur parpol," ujar Hensyi.

Mulailah Hensyi mendaftar calon Bupati di semua parpol yang membuka pendaftaran." Setiap saya mendaftar, media media tidak pernah tinggal meliput. Jadilah nama saya saat itu tambah populer," kata Hensyi.

Namun ternyata modal popularitas dan elektabilitas tinggi saja, tidak laku di parpol, tetap harus memiliki dana yang besar.

Dari semua parpol yang didaftarnya, sebagian sudah sampai ke DPP untuk fit and proper test." Semua syarat yang diminta parpol sudah saya penuhi, hasil hasil survey dan poling sudah saya lampirkan. Fit and Proper tes juga sudah saya ikuti. Namun saat pengumuman calon yang diusung, tidak ada satupun Parpol yang mengusung. Saat saya tanya, rata-rata menyebut, kalau parpol tersebut lebih mengutamakan mengusung ketua parpol, mereka, sementara parpol yang tidak mengusung ketuanya, tidak mengusung saya karena  ditimpa oleh calon lain yang dananya lebih besar. Selain itu saya juga dinilai masih muda untuk ukuran calon bupati. Kalau calon lain umurnya rata-rata 55 tahun dan 60 tahun, saya masih 30 tahun, dianggap masih belum ada pengalaman untuk jadi pemimpin sebuah kabupaten," kata Hensyi.

Mendengar hal tersebut Hensyi sangat kecewa. Peluang untuk maju dari jalur parpol hilang, sementara untuk kembali mengumpulkan dukungan KTP waktunya sudah mepet. "Saya dan pasangan sempat mendaftar ke KPU, namun kekurangan dukungan KTP sangat banyak, karena harus dua kali lipat dari kekuarangan. Jadi saya Ikhlas tidak maju tahun 2018 dan berjanji pasti lebih siap mengikuti Pilkada Lahat 2023 nanti," ujar Hensyi.

lalu Hensyi berpikir, kalau ingin diusung parpol, dirinya harus menjadi ketua parpol. Kalau tidak menjadi ketua, syarat lain harus ada dana puluhan milyar. "Nah saat saya berpikir untuk langkah selanjutnya menghadapi Pilkada Lahat selanjutnya, ada tawaran dari PSI Sumsel untuk menjadi ketua di Kabupaten Lahat. Setelah berpikir beberapa saat, tawaran ini saya terima. Saya berpikir, daripada saya membeli kursi partai lain puluhan milyar, lebih baik saya mencari kursi sendiri dari PSI," kata Hensyi.

Namun sayangnya tawaran menjadi ketua PSI Lahat, hanya berselang dua minggu dari penutupan pendaftaran caleg. Sementara pengurus belum ada dan daftar caleg juga belum ada." Untuk menyusun kepengurusan tidak sulit, sebab saya sudah memiliki tim saat calon bupati dan mereka semua saya masukan jadi pengurus," ujar Hensyi.

Nah yang sulit dalam waktu kurang dari dua minggu harus mencari 40 caleg dengan target minimal 6 kursi agar bisa maju di Pilkada Lahat. "Kalau sekedar lengkap 40 sih mudah. Masukan saja seluruh pengurus. Namun target saya kan harus dapat 6 kursi untuk calon Bupati Lahat," ujar Hensyi.

Akhirnya selama kurang dari 2 minggu, Hensyi terjun sendiri dari desa ke desa, bertanya kepada kepala desa, tokoh masyarakat . toko agama setempat siapa yang bisa dicalonkan sebagai anggota DPRD Lahat dari PSI. " Tiga hari sebelum pendaftaran ditutup, akhirnya dapat 40 caleg. Langsung tes kesehatan, dan membuat persyaratan," kenang Hensyi.

Namun ternyata, tidak semudah yang dibayangkan. dua hari sebelum pendaftaran ditutup, 12 dari 40 caleg yang siap didaftarkan mengundurkan diri. Alasannya beragam, mulai dari keluarganya ada yg calon juga, sampai ada yang tidak bisa dihubungin lagi.padahal ternyata mereka pindah ke parpol lain" Saat itu kami berpikir, untuk bisa mendaftar harus legkap 40 caleg. Maklum kami tidak ada pengalaman sedikitpun mengurus parpol. " ujar Hensyi.

Lalu Hensyi bingung, waktu tinggal dua hari, caleg kurang 12 lagi." Karena itu saya langsung ke Palembang, semua saudara saya saya temui, dan nama mereka saya masukan sebagai caleg sementara. Akhirnya pas 40. Namun masalah lainnya, data belum dimasukan ke silon, lantas saya belajar input silon ke DPW PSI. Setelah itu semua data saya masukan ke Silon. Hari H, berkas 40 caleg siap di antar ke KPU Lahat ," ujar Hensyi.

Saat hari H, Hensyi berangkat lebih awal karena harus mengambil hasil tes rohani caleg di dua rumah sakit berbeda yaitu RS Muara Enim dan RS Lahat, tapi cuma ke RS Muara Enim, sebab hasil tes Rohani di RS Lahat sudah diantar langsung oleh pihak rumah sakit ke KPU Lahat.

Semua berkas dibawa oleh wakil ketua jam 8 pagi,  dengan asumsi jam 4 sore sudah sampai di KPU Lahat. " Jam 5 sore saya sudah di KPU Lahat dengan membawa hasil tes kesehatan rohani, namun wakil ketua yang membawa berkas belum sampai, saya telp tidak aktif. Namun saya masih tenang, sebab penutupan jam 12 malam masih lama. Saya sedikit mulai khawatir saat jam 8 malam masih belum ada kabar, sementara para caleg sudah menunggu di KPU Lahat," ujar Hensyi.

Nah jam sembilan malam baru ada kabar dari wakil ketua, kalau mobil beberapa kali mengalami kecelakaan di Prabumulih dan Muara Enim. Mobil masih dibengkel karena as roda patah dan ban pecah." disinilah saya mulai panik. Diantar salah satu caleg, kami menyusul ke Muara Enim.

"Sebelum ke Muara Enim, saya sudah memberitahu sekretaris KPU Lahat, bakal terlambat karena pecah ban di Jalan. Jam 10 malam lewat akhirnya kami sampai ke mobil yang pecah ban di Muara Enim. Setelah semua berkas dipindahkan, kami bergegas ke KPU Lahat. namun karena jaraknya jauh, jam 1 malam baru sampai, dan kata staf KPU besok saja ke KPU Lahat lagi. dan besok ternyata semua berkas ditolak oleh KPU karena sudah lewat jam 12 malam, padahal berkas kesehatan rohani dan tes kesehatan sudah ada di sekretaris KPU Lahat"kata Hensyi.

Dengan gagalnya seluruh caleg PSI mendaftar, artinya gagal juga harapan Hensyi bisa mendapatkan banyak kursi PSI untuk calon Bupati." Ya setelah gagal mendaftar, saya tidak semangat lagi. Saya menjadi ketua PSI dengan harapan bisa dapat banyak kursi untuk calon bupati. PSI untuk kendaraan saya calon bupati, bukan untuk jadi dewan, sebab saya tidak ada niat jadi dewan," kata Hensyi.

Hensyi memang masih bisa bertarung di pileg sebagai calon dprd sumsel, sebagai caleg pengganti. Namun itu hanya sekedar untuk menunjukan kalau PSI Lahat masih ada meskipun tidak bisa calon DPRD Lahat."Menjalaninya juga tidak serius, jangan tidak saja. Untuk menghilangkan malu PSI Lahat yang gagal bertarung di DPRD Lahat," katanya.

Semua kegagalan di Pilkada Lahat 2018 dan Pileg 2019 dijadikan pelajaran yang sangat berharga untuk PSI Lahat menghadapi Pilkada Lahat dan Pileg 2024." Tahun 2018 dan 2019 mungkin saya jadi tertawaan, karena gagal total. Tapi yakinlah ini sebagai pelecut untuk menghadapi pertarungan berikutnya," janji Hensyi.

"Meskipun tidak ada kursi, PSI Lahat pastikan tetap bertarung di Pilkada Lahat berikutnya melalui jalur independen." tutup Hensyi. (Adi)

 

 

 

 

author
No Response

Leave a reply "PSI Lahat Bersiap Hadapi Pilkada Lahat dan Pileg 2024"